Saturday, 12 October 2013

Seputar Berkurban (part 4)

|| Oleh: Ali Ghufron Sudirman ||

Fadhilah Berkurban
Fadhilah atau keutamaan berkurban sangat banyak. Kiranya, cukuplah dikatakan bahwa berkurban itu sangat utama karena ia merupakan salah satu bentuk dari kepedulian kita terhadap lingkungan, dan karena ia disyariatkan untuk mengenang peristiwa bersejarah yang patut kita teladani. Di dalam hadits terdapat sejumlah riwayat yang menunjukkan sejumlah keutamaan berkurban, di antaranya sebagai berikut.

1. Berkurban Merupakan Amalan yang Paling Dicintai Allah pada Saat Hari Raya Iduladha
         
Salah satu fadhilah atau keutamaan berkurban adalah, ia merupakan amalan yang paling dicintai oleh Allah pada saat hari raya iduladha. Imam Tirmidzi meriwayatkan dari Aisyah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda:

مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ إِنَّهَا لَتَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلَافِهَا وَأَنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنْ اللَّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنْ الْأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا


Tidaklah seseorang melakukan suatu amalan yang lebih dicintai Allah pada hari raya iduladha melebihi amalan berkurban. Sesungguhnya, binatang kurban itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya darah dari binatang kurban itu akan mendapat ridha Allah sebelum ia terjatuh ke tanah. Maka hendaklah diri kalian merasa senang untuk berkurban. (HR. Tirmidzi)

Al-Qari menukil perkataan Zainul Arab bahwa berkurban merupakan amal ibadah yang paling utama pada hari raya iduladha, dan sesungguhnya binatang kurban itu akan datang pada hari kiamat dalam kondisi sempurna, persis dengan kondisinya ketika di dunia, di mana setiap dari anggota tubuh binatang kurban itu bernilai pahala dan menjadi binatang tunggangan orang yang berkurban untuk melewati ash-shirâth (jembatan).

2. Allah Kagum Terhadap Orang yang Berkurban pada Hari Raya Idul Adha
       
Imam Baihaqi di dalam kitabnya, Syi'bu Al-Îmân meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda:

            عَجَبَ رَبُّكُمْ مِنْ ذَبْحِكُمُ الضَّأْنَ فِيْ يَوْمِ عِيْدِكُمْ .
Tuhan kalian kagum dengan sembelihan biri-biri yang kalian lakukan pada hari raya kalian. (HR. Baihaqi)

3. Rasulullah Mencela Orang Kaya yang Tidak Mau Berkurban

Bagi orang yang kaya dan punya kelebihan uang yang dapat dipakai untuk membeli hewan kurban sebaiknya dia berkurban. Sebab, Rasulullah mencela orang kaya yang tidak mau berkurban seraya bersabda:
مَنْ كَانَ لَهُ مَالٌ فَلَمْ يُضَحَّ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا . (رواه الحاكم)
Barang siapa yang punya harta tapi tidak berkurban maka jangan sekali-kali mendekati tempat shalat kami. (HR. Al-Hakim di dalam kitab Al-Mustadrak dari Abu Hurairah r.a.)

4. Berkurban Mendatangkan Banyak Pahala

Berkurban juga mendatangkan banyak pahala, karena semua anggota tubuh dari hewan kurban itu bernilai pahala. Bahkan, bulu-bulunya juga bernilai pahala. Zaid bin Arqam menceritakan bahwa para sahabat bertanya kepada Rasul:

يَا رَسُولَ اللَّهِ ، مَا هَذِهِ الْأَضَاحِيُّ ؟ قَالَ : سُنَّةُ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ . قَالُوا : فَمَا لَنَا فِيهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : بِكُلِّ شَعَرَةٍ حَسَنَةٌ . قَالُوا : فَالصُّوفُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : بِكُلِّ شَعَرَةٍ مِنْ الصُّوفِ حَسَنَةٌ . (رواه ابن ماجة)

"Wahai Rasulullah, apa gerangan berkurban ini?" Rasul menjawab, "Ini adalah sunah dari moyang kalian, yaitu Nabi Ibrahim." Para sahabat kembali bertanya, "Apa bagian kami di dalamnya, wahai Rasulullah?" Rasul menjawab, "Pada setiap bulunya terdapat kebaikan." Para sahabat bertanya, "Kalau wol?" Rasul menjawab, "Pada setiap bulu dari wol itu terdapat kebaikan." (HR. Ibnu Majah)
         
Di dalam kitab Hâsyiyatu As-Sanadi 'Alâ Ibni Mâjah disebutkan bahwa maksud dari hadits ini adalah, selain daging, lemak, dan kulit, bulu-bulu binatang kurban juga bernilai sebagai kebaikan, atau mendatangkan pahala. Maka dari sini dapat diketahui betapa banyak pahala yang dapat dipetik oleh orang yang mau berkurban, sehingga rugilah apabila seseorang diberi kelapangan rezeki, tetapi malas-malasan melakukan kurban.

5. Berkurban Menghapus Dosa-Dosa
Berkurban juga menghapus dosa-dosa, karena sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah, setiap tetes darah dari binatang kurban itu merupakan penghapus dari dosa-dosa orang yang berkurban. Imam Ath-Thabarani di dalam Al-Mu'jam Al-Kabîr meriwayatkan dari Imran bin Hushein bahwa Rasulullah saw. bersabda kepada Aisyah r.a.:

يَا فَاطِمَةُ، قُومِي فَاشْهَدِي أُضْحِيَّتَكِ، فَإِنَّهُ يُغْفَرُ لَكِ بِأَوَّلِ قَطْرَةٍ مِنْ دَمِهَا كُلُّ ذَنْبٍ عَمِلْتِيهِ.

"Wahai, Fatimah. Bangkit dan saksikan hewan sembelihan (kurban)mu, sesungguhnya setiap dosa-dosa yang engkau lakukan akan diampuni sejak tetasan pertama dari darah hewan kurban itu."
       
Inilah di antara keutamaan-keutamaan berkurban. Kiranya cukuplah semua ini menjadi penyemangat bagi kita untuk gemar berkurban pada hari raya idul adha, bila kita memang diberi kelebihan rezeki oleh Allah swt.



*Disarikan dari buku Tuntunan Berkurban dan Menyembelih Hewan karya Ali Ghufron, Amzah, Jakarta, cet. 2, 2013

Artikel Terkait:

No comments:

Post a comment

Katakan yang baik-baik, atau lebih baik diam. Begitu pesan Rasul kita...