Wednesday, 17 June 2015

Doa Penjual Tempe


Penjual tempe itu telat menyiapkan barang dagangannya hari ini. Tempe yang biasanya dia buat selepas Shalat Zuhur, karena sibuk dengan suatu urusan yang lain, baru dimulai ketika pulang dari shalat jamaah asar di masjid. Kedelai yang sudah diragi itu dimasukkan ke dalam plastik dengan ukuran tertentu agar menjadi tempe. Dia pun menengadahkan tangan, berdoa kepada Tuhan seraya berujar, “Ya Allah, semoga kedelai ini menjadi tempe esok pagi, agar aku bisa jualan ke pasar.” Dia sangat mantap dengan doanya, karena tahu bahwa doa orang muslim itu tidak akan tertolak.

Saat fajar menyingsing, sebelum Shalat Subuh, penjual tempe itu bermaksud mengemasi barang-barang yang akan dibawa ke pasar. Tapi alangkah kecut hatinya ketika melihat bahwa kedelai-kedelai itu belum menjadi tempe. Ada sedikit panik tersirat di wajahnya. Kemudian dia mengambil air wudhu dan bergegas pergi ke masjid untuk Shalat Subuh. “Ya Allah, tempeku belum jadi. Aku mohon, jadikan tempeku, agar pagi ini aku bisa jualan tempe di pasar.” Khusyuk sekali penjual tempe itu berdoa selepas shalat.

Jelang Ramadan, di Mesir Banyak Masjid yang Tak Boleh Dipakai Shalat tarawih

Memasuki bulan Ramadan, Rezim kudeta militer di Mesir kembali membuat aturan ketat terkait ketentuan ceramah dan shalat Tarawih. Pemerintah Mesir lewat Kementerian Urusan Wakaf hanya memperbolehkan masjid-masjid tertentu saja untuk digunakan prosesi shalat Tarawih dan iktikaf, dengan dalih mempertimbangkan kelayakan dari sisi kesehatan dan aspek keselamatannya.

Sebagaimana dilansir situs berita online elshaab, untuk wilayah Kairo yang berpenduduk 17 juta jiwa, kementerian wakaf hanya mengeluarkan izin kepada 247 masjid untuk dipakai iktikaf dan shalat tarawih, sementara hanya 196 di antaranya yang boleh mengumandangkan tilawah Al-Quran pada malam hari. itu artinya, satu masjid akan menampung ribuan masyarakat yang ingin melaksanakan shalat Tarawih.

Thursday, 4 June 2015

Terlalu; Orang Ini Tak Pernah Lelah Menghina Islam

Geert Wilders, tokoh politik Belanda yang terkenal dengan kampanye anti-Islam kembali berulah. Kali ini, dia mengatakan bakal menyiarkan kartun nabi Muhammad dalam waktu dekat. Rencana itu ia buat setelah Parlemen menolak permintaannya untuk menayangkan kartun di sejumlah tv nasional.
Wilders, yang juga anggota parlemen mengatakan, ia akan menunjukkan kartun yang diambilnya dari kartun Nabi Muhammad saat lomba menggambar di Texas selama airtime televisi yang disediakan untuk kampanye partai-partai politik. Ia mengklaim, ini merupakan langkah yang tepat untuk menyinggung umat Islam karena tradisi Islam menyatakan bahwa setiap penggambaran fisik Nabi Muhammad adalah penghujatan. Dia mengatakan bahwa siaran ini kemungkinan akan terjadi dalam beberapa minggu ke depan, tetapi tanggal yang tepat belum ditentukan.
Wilders, tokoh sentra Partai Kebebasan yang memegang 12 dari 150 kursi di parlemen Belanda, kepada The Associated Press mengatakan ia ingin kartun dari kompetisi Texas disiarkan, untuk mendukung orang-orang yang berjuang untuk kebebasan berbicara.

Sebelum ulah terbarunya ini, ia juga telah memicu protes di dunia Muslim untuk film pendek yang disiarkannya secara online, di mana di dalamnya dia menyandingkan video kekerasan dan terorisme dengan ayat dari Al-Quran. (ROL)