Saat fajar menyingsing, sebelum Shalat Subuh, penjual tempe itu bermaksud mengemasi barang-barang yang akan dibawa ke pasar. Tapi alangkah kecut hatinya ketika melihat bahwa kedelai-kedelai itu belum menjadi tempe. Ada sedikit panik tersirat di wajahnya. Kemudian dia mengambil air wudhu dan bergegas pergi ke masjid untuk Shalat Subuh. “Ya Allah, tempeku belum jadi. Aku mohon, jadikan tempeku, agar pagi ini aku bisa jualan tempe di pasar.” Khusyuk sekali penjual tempe itu berdoa selepas shalat.
"Ikatlah ilmu dengan cara menuliskannya." (Musnad Asy-Syihab, 2/496 dari Anas bin Malik r.a.)
Wednesday, 17 June 2015
Doa Penjual Tempe
Saat fajar menyingsing, sebelum Shalat Subuh, penjual tempe itu bermaksud mengemasi barang-barang yang akan dibawa ke pasar. Tapi alangkah kecut hatinya ketika melihat bahwa kedelai-kedelai itu belum menjadi tempe. Ada sedikit panik tersirat di wajahnya. Kemudian dia mengambil air wudhu dan bergegas pergi ke masjid untuk Shalat Subuh. “Ya Allah, tempeku belum jadi. Aku mohon, jadikan tempeku, agar pagi ini aku bisa jualan tempe di pasar.” Khusyuk sekali penjual tempe itu berdoa selepas shalat.
Jelang Ramadan, di Mesir Banyak Masjid yang Tak Boleh Dipakai Shalat tarawih
Memasuki bulan
Ramadan, Rezim kudeta militer di Mesir kembali membuat aturan ketat terkait
ketentuan ceramah dan shalat Tarawih. Pemerintah Mesir lewat Kementerian Urusan
Wakaf hanya memperbolehkan masjid-masjid tertentu saja untuk digunakan prosesi
shalat Tarawih dan iktikaf, dengan dalih mempertimbangkan kelayakan dari sisi
kesehatan dan aspek keselamatannya.
Sebagaimana
dilansir situs berita online elshaab, untuk wilayah Kairo yang berpenduduk 17
juta jiwa, kementerian wakaf hanya mengeluarkan izin kepada 247 masjid untuk
dipakai iktikaf dan shalat tarawih, sementara hanya 196 di antaranya yang boleh
mengumandangkan tilawah Al-Quran pada malam hari. itu artinya, satu masjid akan
menampung ribuan masyarakat yang ingin melaksanakan shalat Tarawih.
Thursday, 4 June 2015
Terlalu; Orang Ini Tak Pernah Lelah Menghina Islam
Geert Wilders, tokoh politik
Belanda yang terkenal dengan kampanye anti-Islam kembali berulah. Kali ini, dia
mengatakan bakal menyiarkan kartun nabi Muhammad dalam waktu dekat. Rencana itu
ia buat setelah Parlemen menolak permintaannya untuk menayangkan kartun di
sejumlah tv nasional.
Wilders,
yang juga anggota parlemen mengatakan, ia akan menunjukkan kartun yang
diambilnya dari kartun Nabi Muhammad saat lomba menggambar di Texas selama
airtime televisi yang disediakan untuk kampanye partai-partai politik. Ia
mengklaim, ini merupakan langkah yang tepat untuk menyinggung umat Islam karena
tradisi Islam menyatakan bahwa setiap penggambaran fisik Nabi Muhammad adalah
penghujatan. Dia mengatakan bahwa siaran ini kemungkinan akan terjadi dalam
beberapa minggu ke depan, tetapi tanggal yang tepat belum ditentukan.
Wilders, tokoh sentra Partai
Kebebasan yang memegang 12 dari 150 kursi di parlemen Belanda, kepada The
Associated Press mengatakan ia ingin kartun dari kompetisi Texas disiarkan,
untuk mendukung orang-orang yang berjuang untuk kebebasan berbicara.
Sebelum
ulah terbarunya ini, ia juga telah memicu protes di dunia Muslim untuk film
pendek yang disiarkannya secara online, di mana di dalamnya dia menyandingkan
video kekerasan dan terorisme dengan ayat dari Al-Quran. (ROL)
Subscribe to:
Posts (Atom)

