Monday, 22 June 2015

Pastur Penghina Islam Menghadapi Tuntutan Pengadilan

Pastur James McConnell harus membayar mahal omongannya yang bernada menghina umat Islam. 

Seperti dilansir laman wnd.com, Pastur yang berusia 79 tahun asal Irlandia ini sedang ditahan dan menghadapi tuntutan di pengadilan karena menyebut agama Islam sebagai agama setan. Bahkan dirinya mengatakan Islam merupakan gagasan dari kekuatan iblis di neraka.

Khutbah bernada pedas itu dia sampaikan pada bulan Mei lalu. Pastur McConnell yang terdaftar di tempat beribadah di wilayah Belfast juga berkomentar miring tentang masyarakat Islam di wilayahnya.

"Sekarang orang-orang mengatakan ada muslim yang baik di wilayah ini. Itu mungkin saja, tapi saya tidak percaya pada mereka," ujarnya.

Menurut McConnell, "Islam itu menyembah berhala, Islam itu kesetanan. Islam adalah doktrin dari neraka," tuturnya.


Atas ucapannya itu, McConnell dituduh telah melanggar peraturan individu yang dikeluarkan tahun 2003 di Irlandia, sehingga harus menjalani pemeriksaan atas tuduhan kebencian yang menimbulkan tindakan kejahatan. (ROL)

Sunday, 21 June 2015

Belajar Memegang Prinsip kepada Pak AR

Suatu ketika, di bulan Ramadan seperti ini Pak AR, sapaan akrab KH A.R. Fachruddin, Ketua PP Muhammadiyah 1968—1990 diundang berceramah Ramadhan di sebuah Masjid besar di Surabaya yang mayoritas berafiliasi pada jamaah Nahdlatul Ulama. 
Setelah kuliah Tarawih disampaikan sebakda Isya, ternyata beliau juga didaulat menjadi Imam. Pak AR berupaya menolak, tapi beliau terus didesak.
Maka beliau bertanya kepada hadirin, "Bapak ibu sekalian, biasanya shalat tarawih di sini dilaksanakan11 atau 23 rakaat njih?"

"Dua puluhhhhh tiga," teriak hadirin kompak.


"Baik," ujar Pak AR, "Semoga saya juga mampu melaksanakan sebagaimana yang sudah menjadi kebiasaan."


Pak AR pun mulai mengimami shalat Tarawih.
Dengan 23 Rakaat, di Masjid ini rangkaian shalat Tarawih dan Witir biasanya selesai sekitar pukul 20.00. Tapi saat beliau menjadi imam, pada pukul 20.30, shalat baru memasuki rakaat kedelapan.

Maka Pak AR menghadap hadirin dan bertanya, "Bapak ibu sekalian, mengingat waktu, kita selesaikan sampai 20 rakaat, ataukah habis ini kita langsung witir saja?"

Hadirin pun serempak menjawab, "WITIIIRRRR!" 


(sumber: sangpencerah.com)

Saturday, 20 June 2015

Rimla Akhtar: Muslimah Inggris yang Menginspirasi

Seorang atlet Wanita Muslim asal Inggris mendapat penghargaan dari Ratu Elizabeth II karena pengabdiannya kepada masyarakat Inggris pada tahun 2015.
“Jujur saya terkejut ketika saya mengetahuinya, saya tidak membayangkannya sama sekali,” ujar Rimla Akhtar yang merupakan Ketua Yayasan Muslim Wanita Sport seperti dilansir Onislam.net, Ahad (14/6).

Ia mengaku sangat senang dengan adanya penghargaan tersebut. Menurutnya, pemberian penghargaan menandakan apa yang ia lakukan mendapat perhatian dari pihak kerajaan.
Akhtar menerima MBE (Member Orde Most Excellent) dari Kerajaan Inggris. Akhtar dinilai mampu mengusung kesetaraan dan keragaman melalui organisasinya.
Yayasan Olahraga wanita muslim yang dipimpin Akhtar bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan memberikan kesempatan olahraga bagi perempuan, terutama yang berasal dari komunitas etnis minoritas.
Selain memimpin yayasan olahraga, Akhtar juga ikut mendirikan “Layanan Listening”. Yayasan ini merupakan organisasi yang menyediakan kesadaran kesehatan mental dan dukungan bagi semua wanita. Khusunya untuk kaum minoritas. (IS)