Ioni Sullivan (38 tahun) sangat dikenal oleh warga Lewes,
East Sussex, Inggris karena satu-satunya perempuan berjilbab di pedesaan
tersebut. Padahal perempuan berputra dua ini terlahir dari keluarga atheis yang
berpendidikan tinggi. Ayahnya, seorang profesor dan ibunya menjadi guru.
Setelah menyandang master filsafat
dari Cambridge pada tahun 2000, Sullivan lantas bekerja di beberapa negara,
seperti Mesir, Yordania, Palestina, dan Israel.
“Sekembalinya dari sana, aku merasa
terkesan dengan ketegaran orang-orang di sana, terutama umat Islam. Meski
didera berbagai kesulitan, mereka tetap berusaha bertahan dengan keyakinannya.
Ini kontras sekali dengan duniaku,” cetus Sullivan pada The Guardian.
