Saturday, 20 June 2015

Pemeran Utama Film Sang Pencerah Masuk Kristen

Lukman Sardi, artis kawakan pemeran KH. Ahmad Dahlan dalam film Sang Pencerah dilaporkan telah berpindah agama dari Islam menjadi kristiani. Seperti dilansir Islampos, kesaksian Lukman Sardi memilih jalan Kristen itu diunggah lewat video di Youtube. Video itu diunggah pertama kali ke Youtube pada 24 Mei 2015. Video dapat dilihat di: www.youtube.com/watch?v=jW69XnnW9Vo

Dalam tayangan yang berdurasi 15 menit tersebut, Lukman memberikan kesaksian di dalam sebuah pertemuan di GBI Ecclesia.

Lukman mengaku sudah lama kepikiran untuk pindah agama. “Saya memilih untuk menjadi percaya sekitar 6 tahun yang lalu. Banyak hal yang membuat saya bergumul hingga akhirnya saya memilih untuk percaya,” tambah Lukman.

Lukman sendiri menikahi wanita kristiani bernama Precillia Pulunggono. Pertama-tama sang istri putus harapan agar Lukman bisa pindah agama. Namun lambat laun Lukman mantap untuk pindah agama.

Tanggapan Salah Satu Aktivis Muhammadiyah

Menanggapi hal tersebut, salah satu satu aktivis muda Muhammadiyah, Mustofa B Nahrawardaya, memberi tanggapan yang disampaikan melalui akun twitternya @MustofaNahra, Jumat (19/6).

Berikut twit lengkapnya dengan tagar #Murtad:

01. TUIPS, sy dapat banyak DM soal Lukman Sardi yg murtad. Rata2 pada menyesal karena ybs pernah jadi pemeran KHA Ahmad Dahlan. #Murtad

02. Lukman Sardi memang pernah jadi Pemeran KHA AHmad Dahlan. Cukup baik saat jadi "Ahmad Dahlan". #Murtad

03. Judul Filmnya "Sang Pencerah" besutan sutradara Hanung Bramantyo. Wajahnya bisa mirip sama Kh Ahmad Dahlan. #Murtad

04. Ketika ikut dalam seleksi Pemeran KH Ahmad Dahlan, sudah beredar kabar santer bahwa Lukman Sardi memang BUKAN Muslim. #Murtad

05. Tetapi pihak @muhammadiyah  tidak ikut cawe-cawe dalam menunjuk atau memilih atau menentukan aktor "Sang Pencerah". #Murtad

06. Karena itu hanya Film. Dan dalam Film, yang penting pesannya sampai. Mungkin itu yang ada di pikiran Hanung. #Murtad

07. Maka dari itu, kami pun tidak pernah ngecek KTP Lukman Sardi apakah dia Islam, Kristen, Majusi atau Yahudi. Cuma Film. #Murtad

08. Namun ketika Film jelang Final, saya bersama Ketum PP Muhammadiyah pernah diundang untuk Preview dan lakukan banyak editing. #Murtad

09. Beberapa adegan dalam scene tertenrtu, terpaksa "diamputasi" karena tidak sesuai Nilai Islam yang dianut Muhammadiyah. #Murtad

10. Misal adegan Nyai Ahmad Dahlan berduaan sekamar dan bersentuhan dengan KH Ahmad Dahlan, terpaksa diamputasi. Lha Kok? #Murtad

11. Ya. Krn dlm kehidupan nyata,  Lukman Sardi (Pemeran KHA Dahlan) dan Zaskia Mecca (Pemeran Nyai Ahmad Dahlan), BUKAN Pasutri. #Murtad

12. Bebebrapa adegan lain, juga diamputasi. Misalnya KHA Ahmad Dahlan minum menggunakan tangan kiri. Dihilangkan! #Murtad

13. Dan banyak editing terkait film tersebut yang disebabkan karena sutradara tidak hati-hati dalam memahami Nilai Islam di Film. #Murtad

14. Hingga Film Menjelang tayang, banyak kritikan terkait Lukman Sardi. Rata-rata adanya kabar bahwa ybs Non Muslim. #Murtad

15. Tapi karena Film itu memang bukan inisiatif murni Muhammadiyah, ya biar saja sutradara punya ide dan kreasi selama itu baik. #Murtad

16. Namun pada substansinya, informasi bahwa Lukman Sardi itu Non Muslim, sebenarnya sudah ada sejak sebelum Film SP. #Murtad

17. Saya pun, tidak peduli dia mau memeluk agama apa. Apalagi sudah runtang-runtung sama Hanung, anda bisa nebak lah. #Murtad

18. Islam jelas tidak dirugikan oleh murtadnya Lukman Sardi, seandainya dia benar-benar Murtad. Silahkan saja. #Murtad

19. Lukman Sardi manusia biasa. Bisa sehat, bisa sakit, bisa tertawa, bisa menangis. Terserah dia mau memeluk agama apa. #Murtad

20. Jangankan Lukman Sardi. Presiden/Panglima TNI/Kapolri/Ketua DPR dll kalo mau murtad sekalipun, silahkan! gak akan dihalangi! #Murtad

21. Islam terlalu besar jika dibanding2in sama Lukman Sardi. Gak ada apa-apanya. Nanti kalau Lukman Sakit, paling juga ingat Islam. #Murtad

22. Belajarlah pada beberapa Public Figure yang lain, yang sudah wafat yang semasa hidup sok nyleneh, gak mau diingetin. #Murtad

23. Rasulullah sudah menjamin bahwa Umat Islam (Umat Terakhir) adalah Umat Terbaik. Jika ada yang murtad, berarti itu pilihan dia. #Murtad

24. Di mata Allah, Artis, Pejabat, Ekonom, Panglima, Presiden...atau Pengamat, sama saja! tapi kalau murtad, jadi berbeda. #Murtad

25. Gak ada ceritanya, ada orang murtad trus dijamin masuk surga  gara-gara pernah main di Film Sang Pencerah. NO!! #Murtad

26. Umat Muhammad ini akan menghuni Surga terlebih dahulu dibanding Umat yang lain. Kalau murtad, ya semoga masih ada tempat.  #Murtad

27. Lukman Sardi, sebentar lagi ulangtahun. Usianya 44 tahun jika Allah SWT beri dia umur pada 14 Juli 2015 nanti. #Murtad

28. Untuk Mas Lukman Sardi, selamat memeluk agama baru. Tetapi coba sekali-sekali pergilah ke makam. Ada rahasia di sana. #Murtad

29. Lihatlah di batu nisan, kenapa banyak yg Hari Lahir & Hari Kematian berdekatan. Kenapa Bulan Lahir  & Bulan Kematian itu dekat. #Murtad

30. Bahkan ada beberapa batu nisan di makam, ternyata baik Tanggal, Bulan, dan Tahun Kematian itu sama persis. #Murtad

31. Usia 44 tahun meninggalkan Islam memang tidak masalah bagi Islam. Karena, murtad itu persoalannya pada pelakunya. #Murtad

32. Banyak orang sadar tersesat dan mualaf ketika menjelang kematiannya. Namun ada pula yang tersesat justru di usia uzur. #Murtad

33. Saya dan keluarga patut bersyukur, karena menjadi Muslim sejak lahir. Insya Allah anak cucu nantinya juga tidak akan tersesat. #Murtad

34. Hare gene kok masih ada orang murtad, berarti dia benar-benar tidak tahu sedang bermasalah dunia akherat. Salam. #Murtad

Friday, 19 June 2015

Hikmah Jumat


إن خسِرت شيئًا لم تتوقع يومًا أن تخسره ، فإن الله سيرزقك شيئًا لم تتوقع يومًا أن تملكه .

Bila engkau kehilangan sesuatu yang sebelumnya tak pernah terbayangkan, maka yakinlah bahwa Allah akan memberimu rezeki yang sebelumnya tak pernah ada dalam bayangan!

تفاءل عندما تصعب عليك الأمور ، فإن الله تعالى أقسم مرتين فإنّ مع العُسر يُسرا ، إنّ مع العسر يسرا .

Optimislah ketika menghadapi kesulitan, sebab Allah telah bersumpah dua kali: sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.

الحياة سألت الموت :لمآذا البشر يحبونني ويكرهونك ؟ أجاب الموت : ﻷنك كذبة جميلة وأنا حقيقة مؤلمة

Kehidupan bertanya pada kematian, “mengapa manusia mencintaiku dan membencimu?” Kematian menjawab, “Karena kamu fatamorgana yang menyenangkan, sedangkan aku hakikat yang memilukan.”

لا نعلم بعد رحمة الله ما الذي سيدخلنا الجنة ؟؟ أهي ركعة ، أو صدقة ، أو سقيا ماء ، أو حاجة مؤمن قضيناها ، أو دعوة ، أو ذكر !!!!فاعمل ولا تستصغر !!!!!!

Setelah rahmat Allah, kita tak tahu amalan apa yang memasukkan kita ke dalam surga. Apakah rakaat shalat kita, ataukah sedekah kita, ataukah doa kita, zikir kita, atau keringanan tangan kita dalam memenuhi kebutuhan saudara. Maka lakukan amal kebaikan apa saja dan jangan meremehkannya!

عندما تظن بأن بعد الشقاء سعاده ، وبعد دموعك إبتسامةفقد أديت عبادة عظيمه ألا وهي حسن الظن بالله

Saat engkau yakin ada bahagia setelah sedih mendera, dan ada senyuman setelah tangisan, maka sesungguhnya engkau telah menunaikan satu ibadah yang besar, yaitu berbaik sangka kepada Allah

إذا أتعبك ألم الدنيا فلا تحزن .. فربما أشتاق الله لسماع صوتك وأنت تدعوه ..

Jangan sedih saat derita dunia menimpamu. Sebab bisa jadi Allah menimpakan hal itu karena rindu mendengar suara tulusnya doamu…
  
لا تنتظر السعادة حتى تبتسم .. ولكن ابتسم حتى تكون سعيد ..

Jangan menunggu bahagia untuk tersenyum. Tapi tersenyumlah agar bahagia

ولماذا القلق من المجهول وكل شيء عند الله معلوم .. لذلك إطمئن فأنت في عين الله الحفيظ .. وقل بقلبك قبل لسانك « فوضت أمري إلى الله »


Mengapa menggelisahkan masa depan, sedang segala sesuatu sudah berada dalam pengetahuan Allah? Tenanglah, karena engkau dalam pengawasan Allah Yang Maha Melindungi. Ucapkanlah dengan sepenuh hati, “Kuserahkan semua urusanku hanya kepada Allah.” 

MK Tegas Menolak Pernikahan Beda Agama

Setelah melewati beberapa kali sidang, akhirnya kemarin, (Kamis 18/6), Mahkamah Konstitusi menolak seluruh permohonan uji materi terhadap Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, khususnya mengenai perkawinan beda agama.

Sebagaimana diberitakan, seorang mahasiswa dan empat alumni Fakultas Hukum (FH) Universitas Indonesia mengajukan permohonan uji materi Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (UUP). Secara spesifik mereka meminta tafsir atas Pasal 2 ayat (1) UUP, sehingga tidak ada hambatan bagi siapa pun untuk melakukan kawin beda agama. Pasal 2 ayat (1) UUP itu menyebutkan, Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu.”